Allah Menguji Hambanya Sesuai Kemampuan

Tidak akan ada ujian yang Allah berikan diluar kemampuan hamba-Nya

Allah Menguji Hambanya Sesuai Kemampuan
Allah Menguji Hambanya Sesuai Kemampuan

Sikalem – Saat kamu berfikir bahwa ujian yang kamu hadapi cukup berat, ingatlah bahwa allah menguji hambanya sesuai kemampuan, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuan yang dia hadapi.

Ujian dan takdir itu sama sekali tidak dapat kita bedakan, karena perjalanannya sama persis, setiap manusia tiada akan pernah luput dari ujian dan cobaan serta takdir yang dihadapi.

Ujian yang diberikan tidak memandang bulu, siapapun itu bahkan seorang ulama pun senantiasa Allah beri cobaan. Gunanya adalah untuk menguji kesabaran manusia.

Seberat apapun ujian yang kita hadapi, percayalah allah menguji hambanya sesuai kemampuan, tidak akan pernah diberikan diluar batas kemampuan hambanya.

Hal ini sudah tertulis dalam ayat suci Alquran yang seharusnya kamu pahami dan kamu baca dengan memaknai isi pada kalimat surat tersebut yang harus menjadi pelajaran penting.

Baca juga: Berkata Lemah Lembut dan Bertingkah Laku Halus dan Baik Merupakan Pengertian?

Baca juga: Seseorang yang Menerima Buku Amalannya Dari Sebelah Kanan Perhitungan Amalnya Akan

Tidak ada Manusia yang Tidak di Uji

Kita selalu berpikir ujian yang kita hadapi sangat berat, bahkan lebih berat dari pada orang lain. Kita melihat orang lain cukup senang tanpa adanya ujian.

Tapi itu sangat salah, ujian yang kita hadapi sesuai dengan kemampuan kita, bahkan ada ujian yang lebih berat dari kita yang dihadapi oleh orang lain, dan itu pun sesuai dengan kemampuan mereka.

Sesungguhnya, setiap umat sangat erat dengan ujian atau cobaan, dan itu bukanlah takdir, namun semata kita selalu menganggap itu merupakan takdir yang hebat.

Namun yang perlu kita ketahui allah menguji hambanya sesuai kemampuan yang bisa kita hadapi secara indah dan nyata.

Allah Menguji Hambanya Sesuai Kemampuan

Allah menguji hambanya sesuai kemampuan yang berarti kita dapat melewati ujian tersebut dengan mudah dalam kesadaran dan kesabaran yang kita lakukan, sehingga ujian itu akan terlewati dengan sempurna.

Ketika ujian hidup menghampiri kita, cobalah untuk bersujud bahwa ini adalah cara Allah untuk kita sadar bahwa yang kita inginkan itu tidak mudah harus dengan perjalanan yang panjang.

Tidak kok, Allah tidak akan memberikan ujian yang sangat berat, sesungguhnya ujian itu tidak benar-benar berat kalau kita berfikir lebih jernih lagi.

Menuju Kebaikan Tidak Mulus di Jalan

Sesungguhnya Allah sangat menyayangi umatnya, sehingga beliau memberikan ujian dalam perjalanan yang kita hadapi untuk menuju kebaikan yang kita kejar.

Contoh dalam sebuah rumah tangga, kita melihat bahwa rumah tangga itu adalah keindahan dan kebahagian, tapi apakah itu benar adanya?

Ya memang sangat benar, tapi kamu harus tahu dalam sebuah rumah tangga tidak pernah selalu mulus, karena rumah tangga adalah ibadah, ujian dan cobaan pasti banyak yang dihadapinya secara bersama.

Kamu lihat banyak yang cerai? Meski cerai itu sesungguhnya di larang, tapi banyak orang yang melakukannya itu karena mereka tidak pernah bersabar menghadapi ujian berumah tangga.

Ini hanya sekedar contoh, coba kamu diskusi dengan orang-orang yang berumah tangga, apakah perjalanan mereka selalu mulus? Pasti tidak seperti yang kita lihat.

Surah Al-Bawarah Ayat 286: Allah Tidak Akan Menguji Hambanya Diluar Batas

Seperti perjalanan hidup yang kita hadapi ini sangat berat, namun sekali lagi kamu harus mengingat bahwa allah menguji hambanya sesuai kemampuan, ingat ya kata-kata ini menjadi motivasi agar kita tetap semangat.

Coba kamu perhatikan ayat berikut ini, dan coba kamu buka dalam Alquran serta baca dengan lebih bermakna sesuai dengan pembacaan alquran.

Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maktasabat, rabbanaa laa tu`aakhidznaa in nasiinaa au akhtha`naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa israng kamaa hamaltahuu ‘alalladziina ming qablinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, war-hamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal-qaumil-kaafiriin.

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Jadi, yang tertulis dalam ayat tersebut itu sangat jelas bahwa allah menguji hambanya sesuai kemampuan dan itu adalah pahala yang sangat besar jika kita terus berusaha dengan ujian yang kita hadapi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.