Bahasa Kitab Taurat yang Diturunkan Kepada Nabi Musa

Kitab Taurat Diturunkan Kepada Nabi Musa As Dengan Bahasa Ibrani

0

Bahasa apa yang digunakan kitab taurat ketika diturunkan kepada Nabi Musa As? Apakah sama dengan Alquran?.

Tentu berbeda, karena tujuan penurunan kitab taurat dan Al-Qur’an pun jelas berbeda.

Jika Al-Qur’an diturunkan sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya sebagai pedoman seluruh umat manusia.

Sedangkan taurat diturunkan kepada Nabi Musa as sebagai pedoman umat Bani Israil pada kala itu.

Sejarah mengatakan bahwa Bani Israil adalah umat Allah yang sangat dimuliakan, namun karena adanya hal-hal yang murka, sehingga menjadi kebalik.

Taurat pun sama dengan Alquran, wajib kita imani seperti yang tertulis dalam rukun iman sebagai bimbingan umat muslim.

Bahasa yang Digunakan Kitab Taurat

Karena tujuan turunnya Taurat sebagai pedoman umat Musa, yaitu kaum Bani Israil, sehingga Kitab Taurat diturunkan kepada nabi musa dengan bahasa Ibrani yang disebut Thora.

Apalagi, Musa merupakan Nabi Allah yang harus kita teladani, ia merupakan junjungan kaum Israil pada saat itu, sedangkan Israil adalah umat yang paling dimuliakan Allah SWT.

Taurat dalam bahasa Ibrani disebut dengan istilah Thora, mungkin sebagian orang awam dengan kata tersebut karena diambil dari bahasa Ibrani.

Jelas berbeda dengan Al-Qur’an, meskipun sama-sama kitab suci Allah SWT yang harus kita imani, namun kitab-kitab pendahulu, termasuk taurat sudah disempurnakan dalam Al-Qur’an.

Allah SWT berfirman melalui surah Al-Israa ayat ke 2, yang berbunyi :

“Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman) : “Janganlah kalian mengambil penolong selain Aku.”

Lantas, bagaimana kitab taurat diturunkan kepada Nabi Musa as yang berbahasa Ibrani?.

Baca juga : Nabi Zulkifli : Arti Basyar Nama Asli Nabi Zulkifli

Singkat Sejarah Turunnya Taurat

Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa berbahasa Ibrani yang berawal dari kejadian Musa as memukul pemuda dari suku Qibthi hingga menyebabkan kematian.

Dari peristiwa itu, Raja Firaun yang kejam bertekad untuk membunuh Nabi Musa As yang telah melarikan diri ke Negeri Madyan.

Lalu, di negeri Madyan ini Musa bertemu dengan Nabi Syu’aib as, hingga dijodohkan dengan anak perempuannya.

Tinggal lama di negeri tersebut, Musa meminta izin untuk kembali ke Mesir, dengan bertujuan untuk menemui sang ibunda.

Di Bukit Tursina, Musa melihat api, lalu meminta izin kepada sang istri untuk mendatangi api tersebut.

Setelah sampai, beliau melihat sinar yang sangat terang. Dan disitulah Musa diangkat menjadi Rasul Allah yang pertama, dan ia menerima Wahyu pertama.

Mukjizat Nabi Musa yang diberikan Allah pada saat itu adalah tongkat yang dapat berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.

Kedua mukjizat itu diberikan kepada Musa untuk menghadapi Firaun yang melampaui batas. Semua orang tahu bahwa Firaun adalah raja yang sombong.

Singkat sejarah, Firaun ditenggelamkan ditengah laut ketika mengejar Musa dan umatnya, kala itu laut dibelah atas izin Allah.

Ternyata, kaumnya masih enggan ikut berperang bersama Musa, kala itu masih banyak yang menyembah berhala dan meminta Musa untuk membuat Tuhan dari berhala.

Lalu, Musa pergi ke Tursina, meninggalkan kaumnya, kemudian turunlah kitab Taurat sebagai Wahyu berikutnya yang Allah berikan kepada Musa.

Nah, kamu bisa membaca sejarahnya yang sudah banyak beredar, terutama kamu yang sekolah madrasah pasti ada sejarahnya, admin juga pernah membacanya.

Maka, akhir kata Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa dengan bahasa Ibrani dan sejarah singkatnya sudah admin jelaskan, meskipun hanya beberapa potongan saja.

Artikel Terkait
Berikan Komentar ya Sahabat Kalem

Email dirahasiakan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.