Dalam Agama Islam Kontrol Diri Diistilahkan Dengan Ini

Dalam Agama Islam, Kontrol Diri Memiliki Istilah Lain Berdasarkan Bahasa Arab

0

Sikalem – Mengontrol diri sangat penting untuk diri kita dan keselamatan, Islam juga mewajibkannya untuk melakukan hal tersebut, dan dalam agama islam kontrol diri diistilahkan dengan sebutan apa?

Sesuai dengan dari bahasa Arab, kita disini tentu akan segera tahu bahwa ada istilah mengontrol diri dalam agama Islam, sedangkan Islam mengajarkan hal itu agar hidup kita lebih baik dari apa yang kita lakukan.

Mengontrol atau Mengendalikan Diri

Mengontrol atau disebut dengan mengendalikan diri merupakan cara seseorang dalam mengendalikan dirinya sendiri, tujuannya agar menghasilkan perilaku yang tidak akan merugikan orang lain.

Mengendalikan diri sesuai dengan norma serta diterima oleh lingkungan. Seseorang yang tidak dapat mengendalikan atau mengontrol diri sendiri, justru akan mendapatkan perilaku buruk dari lingkungan itu sendiri.

Bahkan mungkin dia tidak akan pernah disukai dilingkungannya. Islam juga mengajarkan kita untuk mengontrol diri, sedangkan dalam agama islam kontrol diri diistilahkan dengan sesuai dibawah ini dapat kamu lihat.

Baca juga : 6 Jenis Pernikahan Dalam Islam yang Dilarang

Baca juga : Arti Istiqomah dan Alasan Mengapa Kita Harus Istiqomah?

Kontrol Diri Dalam Islam

Kontrol diri dimaknai kemampuan seseorang atau individu agar menahan diri dari perbuatan tercela yang merugikan orang lain, dalam agama Islam kontrol diri diistilahkan dengan Mujahadah An-Nafs, Mujahadah sendiri berarti bersungguh-sungguh.

Dalam Islam sesuai dengan ajarannya, kita tidak boleh semena-mena dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela.

Kontrol Diri Dalam Islam
Mujahadah An-Nafs Merupakan Seseorang yang Mengontrol Diri

Mengontrol diri akan lebih baik, sebab jika diri dan emosi tidak terkontrol, maka sesungguhnya akan membuat orang lain rugi dan diri kita juga tentunya rugi.

Sesungguhnya orang yang benar-benar dapan menahan diri dari emosional yang buruk adalah orang yang berhati baik.

Namun, tidak semua orang dapat mengendalikan diri dan emosinya, sehingga mereka membuat keputusan untuk melakukan perbuatan tercela dan orang yang dirugikan bahkan diri sendiri.

Sebab, orang lain dapat meninggalkan dan tidak akan menerima orang tersebut, karena sikapnya yang tidak dapat mengendalikan dan sering merugikan diri orang lain.

Alhasil, orang tersebut akan tersingkirkan, dan tidak akan lagi di terima oleh sebuah lingkungan.

Itulah pentingnya dalam mengendalikan diri dan emosi agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk.

Sekarang kita tahu bahwa dalam agama islam kontrol diri diistilahkan dengan Mujahadah An-Nafs, dan tentu saja kita harus lebih bisa mengontrol diri agar tidak melakukan perbuatan tercela.

Artikel Terkait
Berikan Komentar ya Sahabat Kalem

Email dirahasiakan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.