Mulai 7 April, Sekolah Tatap Muka Resmi Dibuka Dengan Protokol Kesehatan

Alhamdulillah, Kabar Gembira, Sekolah Tatap Muka Akhirnya Mulai di Uji Coba Pada 7 April 2021

0

SikalemNews, Jakarta – Pemerintah DKI Jakarta mulai uji coba sekolah tatap muka pada Rabu, 7 April 2021. Kabar ini pun mengangkat kegembiraan masyarakat.

Kita tahu, imbas pandemi selama setahun sekolah tutup. Seluruh siswa/siswi dipaksa untuk belajar dirumah, tentu saja banyak sekali keterbatasan.

Sekolah melalui internet itu tidak mudah, kendala yang dihadapi oleh siswa/siswi yang ada di Indonesia, terutama pelosok, salah satunya tidak memiliki gadget dan sinyal internet yang tidak mendukung kawasan tertentu.

Hal ini memicu kekurangan para siswa/siswi yang harus terpaksa melakukan segala cara untuk bisa belajar dirumah melalui ponsel genggam.

Namun, sudah beberapa hari ini kabar terus bertambah bahwa sekolah tatap muka akan segera dibuka, uji coba dilakukan di Jakarta mulai 7 April.

Dindas Pendidikan DKI Jakarta, Tega Radja Gah mengatakan lebih dari 100 sekolah nominasi menjadi terseleksi menjadi 85 sekolah yang akan melakukan uji coba, seperti dikuti pdari Tempo.co, Selasa (6/4/21).

“Ada 14 sekolah yang tidak memenuhi syarat dan satu sekolah mengundurkan diri,” kata Taga saat dihubungi, Selasa, 6 April 2021. Sebelum melakukan uji coba pembukaan sekolah ini, Dinas Pendidikan DKI telah melakukan pelatihan sekolah tatap muka selama dua pekan yang berakhir Senin kemarin. Selama pelatihan ini, kata dia, 14 sekolah tidak mengikuti secara utuh dan belum bisa menyerahkan modul yang lengkap untuk memulai uji coba ini. Dari pelatihan tersebut, tim asesmen Dinas Pendidikan DKI menyatakan 14 sekolah itu belum layak menerapkan uji coba pembukaan sekolah. “Satu sekolah yang mengundurkan diri karena orang tua banyak yang belum siap. Jadi kami tidak bisa memaksakan. Karena pemerintah juga mengedepankan aspek kesehatan,” ujarnya.

Namun, kabar lainnya seperti dikutip dari rmolbanten.com mengatakan bahwa, di Banten sekolah tatap muka terancam ditunda kembali.

Hal ini berakitan dengan tingginya kasus yang ada di Banten.

“Iya (bisa ditunda), tapi kalau nanti kasusnya masih tinggi di Banten kaya sekarang dari delapan Kabupaten dan Kota posisi hari ini cuma dua daerah yang zona kuning, sementara enam daerah masih zona oranye. Nanti menjadi khawatir karena kesehatan paling utama,” kata Tabrani, dikutp dari laman Rmolbanten.com.

Semoga saja di seluruh Indonesia segera bisa melaksanakan sekolah tatap muka di tahun ini./Din

Berikan Komentar ya Sahabat Kalem

Email dirahasiakan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.