Susu Penambah Berat Badan Emang Beneran Bisa Bikin Berisi Ya?

Susu Penambah Berat Badan Emang Beneran Bisa Bikin Berisi Ya?
Ilustrasi menambah berat badan dengan meminum susu, foto: Istimewa

Sikalem – Bagi orang-orang yang berbadan kurus pasti paham betul betapa sulitnya menaikkan berat badan. Segala upaya mungkin telah dicoba termasuk salah satunya mengonsumsi susu penambah berat badan. Namun, tak semua orang kurus berhasil menjadi berisi hanya dengan menambah minuman tersebut ke dalam diet sehari-harinya.

Lantas, benarkah susu penambah berat badan bisa membuat orang kurus lebih berisi? Yuk, cari tahu faktanya dalam artikel ini ya!

Penyebab badan kurus dan susah berisi

Penyebab badan kurus dan susah berisi
Ilustrasi

Sebelum terburu-buru memborong susu penambah berat badan, ada baiknya Anda mencari tahu dulu apa alasan badan tetap kurus dan susah berisi. Mengutip berbagai penelitian ada banyak penyebab badan tetap kurus dan sulit bertambah bobotnya sampai mencapai berat ideal.

Pertama, karena genetik. Ya, bisa saja Anda kurus karena faktor keturunan atau genetik. Biasanya orang yang kurus karena faktor genetik ini memiliki sistem metabolisme tubuh yang cepat. Metabolisme sendiri punya peran membakar kalori di dalam tubuh. Maka tak heran bila ada yang makan banyak tapi tetap kurus.
Kedua, surplus aktivitas tapi defisit kalori. Di setiap aktivitas fisik senantiasa ada kalori yang ikut terbakar.

Sehingga, semakin banyak aktivitas fisik yang Anda lakukan dalam sehari, semakin banyak pula kalori yang dibakar. Bila asupan kalorinya tidak menyimbangi aktivitas fisik tersebut, maka tak heran kalau berat badan Anda tak naik-naik.

Ketiga, mengidap penyakit fisik atau penyakit kronis. Beberapa jenis penyakit dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare secara terus-menerus, sehingga sulit untuk menambah berat badan. Penyakit lainnya, dapat menurunkan nafsu makan seseorang, sehingga tidak ingin makan. Contoh penyakit yang dimaksud seperti penyakit kanker, diabetes, gangguan tiroid, dsb.

Keempat, terkait mental health. Mental health atau kesehatan mental yang buruk juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk makan. Beberapa penyakit mental yang bisa mempengaruhi intensitas makan seseorang meliputi gangguan depresi, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.

Kira-kira mana yang jadi penyebab badan Anda tetap kurus? Untuk mendapat jawaban pasti, ada baiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter gizi.

Baca juga: 7 Manfaat Gerakan Kayang Untuk Kesehatan

Baca juga: 11 Manfaat Pare Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Cara menambah berat badan

Cara menambah berat badan
Ilustrasi minum susu untuk menambah berat badan, foto: Istimewa

Meski begitu, tidak ada kata tak mungkin untuk menambah berat badan. Anda tetap punya harapan kok buat mencapai berat badan ideal. Berikut beberapa upaya yang bisa Anda coba untuk mendapatkan badan yang berisi:

1. Menambah asupan kalori

Usaha sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menambah berat badan ya dengan menambah asupan kalori setiap harinya. Caranya, coba tambah bahan makanan tertentu yang mengandung kalori tinggi ke dalam diet sehari-hari Anda.

2. Makan makanan kaya gizi

Menambah asupan kalori memang bisa membuat bobot badan Anda cepat naik. Akan tetapi, jangan asal dalam memilih kalori yang mau dikonsumsi. Upayakan fokus pada makan-makanan bergizi dan bernutrisi tinggi seperti telur, alpukat, kentang, selai kacang, dan susu.

Bila masih kurang, bisa coba tambah dengan camilan tapi upayakan pilih camilan yang sehat juga ya seperti buah-buahan.

3. Makan sedikit tapi sering

Dilema orang kurus susah naik berat badannya karena cepat sekali kenyang. Nah, mengakali hal tersebut bisa dengan cara makan dengan porsi sedikit tapi lebih sering dari biasanya. Misal, biasa Anda makan 3 kali sehari, mulai besok coba ditambah menjadi 5-6 kali sehari.

4. Hindari minum sebelum makan

Tubuh memang perlu diberi asupan air putih yang cukup setiap harinya. Akan tetapi, jangan terlalu sering juga. Apalagi minum sebelum makan. Bisa-bisa malah membuat Anda lebih cepat kenyang dari seharusnya. Alhasil, asupan kalori yang masuk ke tubuh kurang maksimal.

5. Rutin olahraga

Siapa bilang orang kurus tidak butuh olahraga? Jauhkan pemikiran seperti itu ya. Orang kurus juga harus olahraga, bukan cuma yang gemuk saja. Sebab, lewat olahraga massa otot Anda bisa terbentuk. Selain itu, olahraga bisa menjaga daya tahan tubuh biar tetap sehat.

6. Tidur berkualitas

Ya, tidur yang berkualitas juga bisa membantu Anda menambah berat badan, lho. Sebab, tidur yang cukup ternyata bisa membantu pertumbuhan otot-otot tubuh. Sehingga, berat badan juga bisa naik.

Bila Anda merasa sudah menjalankan semua effort di atas tapi masih nihil hasilnya, ada baiknya segera konsultasi ke dokter gizi. Agar Anda bisa tahu cara menambah berat badan yang sesuai dengan tubuh Anda.

Peran susu dalam menambah berat badan

Peran susu dalam menambah berat badan
Ilustrasi, foto: Istimewa

Setelah mengetahui penyebab berat badan susah naik dan beberapa cara menanggulanginya, lalu dimana peran susu? Sebagaimana yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu cara menambah berat badan adalah dengan menambah asupan kalori sehari-hari.

Nah, susu adalah salah satu sumber kalori sehat yang bisa jadi pilihan. Susu kaya akan nutrisi mulai dari karbohidrat, protein, berbagai macam vitamin, dan mineral. Berdasarkan profil nutrisinya tersebut, susu diyakini bisa menambah berat badan.

Benar saja, berdasarkan beberapa penelitian susu memang bisa menambah berat badan terutama susu yang dikonsumsi setelah berolahraga. Susu yang diminum setelah berolahraga disebut-sebut dapat membantu membangun otot tanpa lemak dan meningkatkan komposisi tubuh.

Namun, tak semua jenis susu bisa melakukan peran tersebut, lho. Sebab berbeda jenis susu berbeda pula profil nutrisinya. Misal susu sapi termasuk susu domba dan kambing tentu punya profil nutrisi yang berbeda dengan susu nabati seperti yang terbuat dari kacang kedelai, bukan? Dan mungkin memiliki efek yang berbeda pada kesehatan.

Susu biasa vs susu penambah berat badan

Susu biasa vs susu penambah berat badan
Ilustrasi, foto: Istimewa

Sebuah penelitian dalam jurnal berjudul Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine mengungkap bahwa minum susu penambah berat badan sebanyak 3 kali sehari memang terbukti bisa menaikkan berat badan lebih cepat. Lho, memang beda ya dengan susu sapi biasa? Tentu beda ya.

Mengutip data yang dihimpun frisianflag.com ada perbedaan kandungan antara susu sapi biasa dengan susu penambah berat badan. Berikut kandungan dari susu sapi biasa:

  • Energi (kalori): 103 kcal
  • Lemak: 2,4 gram
  • Protein: 8 gram
  • Gula: 13 gram

Berikut kandungan susu penambah berat badan:

  • Energi (kalori): 200- 220 kcal
  • Lemak: 5 gram
  • Protein: 15 gram
  • Gula: 17 gram

Jelas sekali perbedaannya, bukan? Lalu, yang mana yang tepat buat Anda? Semua kembali kepada pilihan masing-masing. Hal penting yang perlu dicatat adalah hindari penambahan gula saat mengkonsumsi susu. Gula memang mengandung sumber kalori juga, namun bukan kalori berkualitas.

Hal lain yang perlu diingat, jangan hanya memperbanyak minum susu dalam diet harian Anda. Namun, imbangi juga dengan cara-cara menambah berat badan lainnya seperti berolahraga, tidur berkualitas, dan lebih sering makan-makanan bergizi dari sebelumnya.

Meminum susu penambah berat badan hanya salah satu upaya saja, Anda tetap harus memperhatikan hal-hal lain demi mencapai berat badan ideal.

Bagaimana, sudah cukup tercerahkan belum? Semangat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.